KMPA Tansa Sulut Gelar Lomba Pembersihan Drainase Peringati HUT Ke-19, Wujudkan Aksi Nyata Peduli Alam

  • Whatsapp
Potret drainase di Kairagi, Politeknik Kota Manado terlihat jarang diperhatikan oleh masyarakat serta pemerintah setempat.

 

MANADO- Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia serta menyambut HUT ke-19 Tahun, Kelompok Muda Pecinta Alam (KMPA) Tansa Sulawesi Utara (Sulut) mengadakan perlombaan pembersihan drainase.

Pembersihan drainase dilakukan di Kairagi II, Kecamatan Mapanget, di sepanjang Jalan Politeknik Kota Manado, Minggu (6/06/). Terpantau di lapangan, 14 titik drainase yang dibersihkan sesuai dengan organisasi yang mendaftarkan diri pada perlombaan drainase.

Pada kesempatan itu, peserta lomba drainase dari KPAB Biosfer, Milthen F. Lengkey menjelaskan, kegiatan yang dilakukan oleh KMPA Tansa sangat baik. Perlu menjadi contoh bagi daerah lain, dan pemerintah Kota Manado. “Ada banyak hal yang kami dapatkan selama pembersihan, dimana drainase sudah full dengan pasir dan sampah, ini bukan hanya menjadi perhatian para penggiat lingkungan, tetapi perlu perhatian pemerintah yang sudah menjadi tanggungjawabnya,” jelas Lengkey.

Bukan itu saja, perlu juga kesadaran masyarakat yang memiliki drainase didepan rumahnya agar memperhatikan drainasenya sendiri. “Pasir pada drainase ada yang digali sampai 1 meter, jika seperti ini, seakan tidak ada perhatian sama sekali dari pemerintah dan masyarakat setempat,” tambahnya.

Sedangkan ketua panitia, Meikel Pontolondo ketika di konfirmasi mengatakan kegiatan pembersihan drainase dalam rangka menyambut hari lingkungan hidup pada tanggal 5 Juni 2021, dan menyambut HUT KMPA Tansa Sulut ke 19 Tahun, yang jatuh pada tanggal 7 Juni 2021.

“Kegiatan pembersihan drainase dilakukan, karena banyak masyarakat yang mengeluhkan setiap hujan, air mengenang dijalan, adapun sudah mulai masuk ke dalam rumah. Saya berharap kegiatan ini, bisa menyadarkan masyarakat setempat dan pemerintah Kota Manado untuk lebih memperhatikan drainase yang ada. Karena banjir bukan disebabkan oleh sampah saja, melainkan drainase yang sudah tidak terpelihara lagi,” terang Pontolondo.

Adapun bentuk penilaian lomba yang diberikan panitia kepada peserta lomba diantaranya, luar drainase yang diberikan, mengupload foto after/Before disertai Caption mengkritisi lokasi yang dibersihkan disertai solusi. Yang dinilai baik, akan mendapatkan hadiah. Hadiah bagi Juara 1, akan mendapatkan uang Rp. 700 ribu, Piagam, dan sertifikat keikutsertaan, Rp. 500 ribu, Piagam penghargaan, sertifkat keikutsertaan, dan Juara 3 mendapatkan Rp. 300 ribu, Piagam, dan sertifikat keikutsertaan. Sedangkan yang tidak mendapatkan juara, keseluruhannya akan mendapatkan sertifikat keikutsertaan.

Sedangkan jumlah peserta yang ikut dalam pembersihan drainase berjumlah 112 orang. Dimana, setiap kelompok berjumlah 8 orang. Sedangkan komunitas yang ikut serta pembersihan drainase seperti KPAT Atlantic, KPAB Paniki Sulut, KPAT Antariksa, KPAB Tunas Baru, Himaju Pariwisata Polimdo, KPAB Silonopsis, KPAB Biosfer, KPA Silvaterra, NKS, KPAB Formicidae, MPA Consili Solafide IAKN Manado, MPA Hyawata Jurusan Akuntansi Polimdo, MPA Khatulistiwa ADV Elektro Polimdo dan PPAB Everest.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *