PT CONCH Dinilai Arogan, Tak Ijinkan Pemilik Lahan Sekitar Masuk, Ketua NU: Ini Keterlaluan

  • Whatsapp
Adu Mulut antara Pengurus NU Kotamobagu dan Sekuriti PT Conch

BOLMONG – Untuk kesekian kalinya, perusahaan semen PT CONCH di Kecamatan Lolak, Bolaang Mongondow, melarang para pemilik lahan yang berdekatan dengan area mereka masuk. Padahal, itu akses jalan satu-satunya menuju areal tersebut.

Hal ini dialami Pengurus Cabang (PC) Nadhlatul Ulama (NU) Kotamobagu yang dipimpin oleh  Ketua NU Kotamobagu Nasrun Koto SHMH, Senin, (14/06/21). Mereka mengagendakan pemasangan plang lahan milik NU di areal PT.Conch , namun dihalangi pihak Sekuriti.

Dikutip di celebesnews, Ketua PC NU Kotamobagu Nasrun Koto.SH.MH mengatakan, pada kunjungan pertama, pihaknya mendatangi PT. Conch dan bersikap kooperatif. Namun, tak ada solusi terbaik dari pihak PT.Conch terhadap akses jalan menuju lahan milik NU.

“Kedatangan kami ini untuk melihat lahan milik NU, namun tak mendapat izin dari pihak PT.Conch. Tak ada solusi terbaik terhadap akses jalan menuju lahan NU yang tentunya ini melanggar KUH Perdata dan Hak Asasi Manusia,” ucapnya.

Menurut Koto, pada Pasal 667 dan 668 KUH Perdata, pihak PT.Conch harus memberikan akses jalan untuk lahan NU serta bagi masyarakat petani yang kebunnya berada disekitar perusahaan.

“Mereka menunjukan akses jalan, tapi melalui pematang sawah (Litir,red). Masa kami harus berjalan di Litir untuk menuju lahan kami. Apalagi tanah NU itu tanah umat. Sehingga menurut kami ini perlakuan yang sangat keterlaluan,” tuturnya.

Menurut Nasrun, pihaknya akan melakukan upaya hukum sampai ke pengadilan yang paling tinggi untuk memperjuangkan hak-hak warga Bolmong terkait akses menuju lahan yang harus memiliki izin dari PT.Conch.

“Kami tidak mau tanah warga Bolmong di sekitar perusahaan ini tidak mendapat kebebasan dalam hal akses jalan. Kasihan petani-petani yang memiliki lahannya yang tidak leluasa masuk. Karena untuk lahan yang sebelah kiri harus memiliki surat izin terlebih dahulu untuk menuju akses ke lahan NU termasuk juga lahan petani disekitar lahan NU,” ucapnya.

Koto mengungkapkan, hari ini pihaknya tidak diizinkan masuk untuk memasang plang lahan yang menjadi milik NU yang sebelumnya telah dikomunikasikan dengan Pihak Polda Sulut.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *