BP2MI Selamatkan Calon TKI Ilegal

  • Whatsapp

JAKARTA – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan penggerebekan penampungan calon pekerja migran Indonesia, PT Mafan Samudra Jaya, di Jalan Mandor Naiman nomor 99, Pasir Jambu, Kecamatan Sukaraja, Bogor, Jawa Barat. Hal tersebut terendus dari laporan pekerja migran, Sunalik Nurul Shodiyanti yang sudah berangkat ke Arab Saudi.

Kepala UPT BP2MI Jakarta, Mocharom Ashadi menjelaskan, Sunalik berangkat ke Arab Saudi pada 31 Januari 2021 secara ilegal sebagai Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT). Tetapi sesampainya di sana, kata Ashadi, Sunalik tidak menerima gaji dan pekerjaan sesuai yang dijanjikan.

Bacaan Lainnya

“Dia mengakui bahwa di rumah penampungan tersebut masih ada satu orang yang akan diberangkat ke luar negeri, yaitu Hidayatul Sholikah (HS). Setelah mengetahui kondisi Sunalik di Arab Saudi, HS pun meminta untuk dipulangkan,” katanya saat konferensi pers di Jakarta, Senin (15/3).

Dari rekaman yang dibuat Hidayatul, pihak BP2MI pun langsung bergegas untuk melakukan penggerebekan. Hasilnya kata Ashadi didapati lima calon migran yang belum diberangkatnya, yaitu Sur asal Lombok Timur, SA asal Lombok Tengah, MF asal Lombok Timur, HS asal Lomongan Jawa Timur, dan H.

“Untuk yang laki-laki dijanjikan diberangkatkan sebagai waiters (pekerja restoran), namun tidak terdata di SiskoP2MI, dan yang perempuan sebagai PLRT,” ungkapnya.

Dia menjelaskan PT Mafan Samudra Jaya sebelumnya telah dijatuhi sanksi administratif penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan usaha penempatan PMI selama 3 bulan. Yaitu terhitung sejak tanggal 9 Maret 2021. Hal tersebut berdasarkan Keputusan Dirjen Pembinaan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK) Nomor 3/738/HK 03/01/II/2021. Oleh karena itu, PT Mafan Samudra Jaya masih dalam masa pengenaan sanksi untuk melakukan penempatan PMI ke luar negeri.

Sementara itu, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani mengatakan penggerebekan tersebut dilakukan untuk memberikan pelayanan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dia pun tidak peduli siapapun dalang dibalik kasus ilegal para pekerja migran akan diproses lewat jalur hukum.

“Kami tegaskan bahwa kami tidak peduli siapapun yang membekingi mereka, kami tegaskan genderang perang akan terus kami tabuh sebagai bentuk pelindungan PMI dari ujung rambut sampai ujung kaki. Jadi setiap kasus kami tindak lanjuti ke Bareskrim Polri,” ungkapnya Benny.

Dia pun mengatakan negara tidak akan melarang warganya bekerja ke luar negeri, sebab hal tersebut adalah hak semua warga negara. Benny juga menjelakskan pihaknya akan memfasilitasi untuk bekerja dengan menempuh prosedur yang benar.

“PMI adalah anak-anak bangsa yang harus dibekali pelatihan dan pengetahuan. Saya sampaikan juga pesan kepada P3MI, kita memiliki Undang-Undang yang mengatur tentang penempatan PMI, jadi kami bersedia bekerjasama selama P3MI masih on the track,” ungkapnya.

 

Sumber: merdeka.com

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *