Warga Salongo Barat Dihantui Pencurian Motor

  • Whatsapp

BOLSEL, SULUT- Kasus pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) masih di Wilayah hukum Kepolisian Resor (Polres) Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) masi kerap terjadi.

Kali ini aksi Curanmor terjadi di Desa Salongo Barat (Salbar) Kecamatan Bolaang Uki.

Bacaan Lainnya

Diketahui, 1 Sepeda Motor merek Honda Revo Absolute yang bernomor Polisi DB 5836 KK warna Hitam ludes dibawa maling.

Sang pemilik Sepeda Motor Handri Mokoginta saat ditemui Sulawesion.com mengungkapkan, kronologi kehilangan motornya.

“Jadi motor ini saya sudah parkir di teras rumah pada pukul 17.00 kemarin, kemudian saya dan kawan-kawan masi duduk di teras untuk main game Mobile Legens sampai pada pukul 11.30, karena cuaca hujan deras saya pun masuk ke dalam kamar, pada saat saya bangun pukul 02.00 subuh untuk buang air motor saya ada,” ungkapnya Kamis, (09/09/2021).

Dikatannya lebih lanjut, motornya diperkirakan hilang pada pukul 03.00 subuh.

“Kemungkinan motor saya diambil pada pukul 03.00 subuh, karena sejak saya bangun pada pukul 02.00 subuh motornya masih ada dan juga memang kondisi cuaca sedang hujan sehingga kami didalam rumah tidak mengetahui aksi para maling,” lanjutnya.

Ia juga mengatakan jika dirinya sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib.

“Kami sudah melaporkannya di Polres Bolsel, saya berharap motor saya masi akan ditemukan karena motor itu yang menjadi satu-satunya kendaraan yang mengantarkan saya ke tempat kerja,” kata dia sambil meneteskan air mata.

Tidak hanya Handri yang menjadi korban ibu Lisnawati Badu juga menjadi korban maling motor.

Lisna mengakui jika motornya yang diparkir di teras samping rumahnya pada malam hari siangnya mala terparkir di tengah jalan yang tidak jauh dari rumahnya.

“Motor saya ini memang sering diparkir teras samping sudah hampir 4 tahun, cuman yang saya heran kemarin siang sudah terparkir di tengah jalan,” aku dia.

Ia juga mengira jika motor tersebut terselamatkan karena banjir.

“Saya rasa motor itu akan disebrangkan di sungai yang tidak jauh dari rumah saya namun karena sungai banjir sehingga mereka tidak bisa menyebrang dan meninggalkan motor saya di jalanan,” jelasnya.

Ia juga meyakini para maling sudah tau persis kondisi rumahnya.

“Saya heran padahal rumah saya ini jauh dari pemukiman bahkan bisa dibilang rumah saya mentok antara desa dan perkebunan warga, kok bisa mereka tau ada rumah disini, saya yakin para perampok sudah tau persis kondisi rumah saya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *