GMNI Sangihe: Teruskan Perjuangan Almarhum Helmud Hontong

  • Whatsapp
Kader GMNI Sangihe, Edmon Dolongsenda (Foto Istimewa)

 

SANGIHE- Ketika Kabupaten Kepulauan Sangihe diperhadapkan dengan situasi genting di mana sebagian wilayahnya terancam akan tereksploitasi secara besar-besaran, Helmud Hontong bersikap untuk menentang hal itu. Hal tersebut dibuktikan dengan mengirimkan surat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) perihal izin tambang emas di wilayahnya.

Surat Helmud kemudian menyebar di media sosial. Helmud meminta Kementerian ESDM mempertimbangkan untuk membatalkan surat izin operasi kontrak karya PT Tambang Mas Sangihe (TMS). Korporasi tersebut merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 dengan pemerintah Indonesia yang ditandatangani pada 27 April 1997.

Bentuk penolakan PT.TMS juga disuarakan oleh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sangihe.

“GMNI siap berjuang menolak masuknya PT.TMS di Sangihe. Untuk itu, kami DPC GMNI Sangihe menolak dengan tegas masuknya PT.TMS di Kepulauan kami,” tegas salah satu Kader dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sangihe Edmon Dolongsenda, saat di wawancarai melalui via Whatsapp, Minggu (13/06).

Karyani juga mengatakan bahwa Helmud Hontong merupakan sosok teladan serta inspirasi bagi masyarakatnya. Dan Perjuangan Alm. Wakil Bupati Helmud Hontong menolak PT.TMS akan diteruskan dan diperjuangkan.

“Kepeduliannya bukan hanya menolak Pertambangan di Sangihe. Embo, sapaan akrab wakil Bupati Sangihe ini, selalu membantu masyarakat yang tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Helmud Hontong pun membayar biaya tersebut. Banyak kebaikan yang ditinggalkan, dan akan selalu dikenang oleh masyarakat Sangihe,” katanya.

Helmud Hontong meninggal dunia dalam penerbangan Lion Air JT-740 rute Denpasar-Makassar. Ia diketahui tak bernyawa saat pesawat mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Rabu (9/6).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *