Krisis Konflik Agraria di Tengah Prestasi Ekspor

  • Whatsapp

Oleh: Apianus Tempongbuka,

Ketua Eksekutif Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (EW-LMND) Sulawesi Utara

BEBERAPA minggu kemarin Sulawesi Utara (Sulut) mendapat penghargaan pada sektor Ekspor.

Ekspor Minyak Hewani dan Nabati berada di posisi teratas dibanding ekspor Emas dan lainnya.

Ini menjadi satu tolak ukur dasar, bahwa Sulut masih sangat kuat pada sektor Pertanian dan sektor Laut.

Dalam tulisan ini saya fokuskan pada sektor Pertanian, karna sinkron untuk beberapa hari ke depan kita akan menyonsong Hari Tani Nasional yang di peringati setiap tanggal 24 September.

Hari Tani Nasional pertama kali ditetapkan dengan menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 169 Tahun 1963 yang fungsinya untuk mengenang terbitnya Undang Undang (UU) Nomor 5 Tahun 1960 tentang Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) yang mengamanatkan pelaksanaan reforma agraria.

Hari Tani Nasional merupakan pemuliaan tertinggi terhadap rakyat tani Indonesia.

Tanah itu milik tani, tanah itu milik mereka yang benar-benar menggarap tanah. Tanah itu bukan milik mereka yang ongkang kaki saja dan memeras keringat dari mereka yang menggarap tanah itu (Ir. Soekarno)

Cita-cita Reforma Agraria kembali digaungkan oleh Jokowi namun masih jauh dari panggang api Reforma Agraria yang sejati, yang artinya tanah benar-benar menjadi hak milik dari mereka yang menggarap tanah.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya kasus konflik Agraria mulai dari Pulau Kalimantan, Papua, dan di Sulawesi terlebih khusus Provinsi Sulut.

Konflik Agraria di Sulut masih cukup tinggi, mulai dari kasus Kolelondey (perebutan lahan antara Masyarakat dan TNI), Guaan (perebutan lahan antara PT.MAI dan Masyarakat), serta konflik Agraria pada sektor Pertambangan.

Hal tersebut harusnya mendapat respon yang serius dari Pemerintah. Mengingat, posisi daerah Sulut masih cukup dominan pada sektor Pertanian.

Keberhasilan kemarin harus dijadikan acuan untuk Pemerintah agar benar-benar serius memperhatikan sektor Pertanian. Di mulai dengan penanganan kasus Agraria serta edukasi bertani, terlebih pada Anakmuda hingga ke tingkatan Desa.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *