Cafe Red Karumenga Wadah Bagi Setiap Seniman Untuk Mengekspresikan Bakatnya

  • Whatsapp
Owner Red Karumenga, Fabian Ronaldo Ingkiriwang

MANADO- Karumenga, itulah salah satu nama cafe yang ada di Kota Manado. Lokasinya tak jauh, hanya menempuh waktu 13 menit dari pusat kota Manado menuju ke Cafe Red Karumenga ini, baik mengunakan roda 2 maupun 4.

Lebih jelasnya, lokasinya bersebelahan dengan Campion Futsal, Jl. Wortel Monginsidi, Bahu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara.

Bacaan Lainnya

“Nama Karumenga adalah salah satu bunga yang ada di Minahasa yang sudah langka, jika pun ada, itu hanya Karumenga Putih. Karumenga Merah bagi masyarakat Minahasa sebagai obat dan pengusir mahkluk halus, jadi pemberian nama Karumenga ini ada filosofinya,” ungkap owner Red Karumenga Fabian Ronaldo Ingkiriwang kepada Sulawesion.com, Selasa malam (15/06).

Lanjutnya, jika Cafe diberikan nama Manguni, sudah banyak yang menggunakan. Kali ini, mencoba mengambil nama Karumenga yang sudah jarang didengar dan dilihat orang. Dimana bunga ini sudah langkah di Minahasa, menggunakan nama Karumenga juga mengingatkan masyarakat Minahasa.

Menggunakan nama Karumenga, sesuai dengan tujuan Cafe ini dibangun. Dibangun, bukan hanya mendapatkan keutungan dari menu-menu yang dijual, melainkan menyiapkan wadah bagi setiap seniman untuk mengekpresikan bakatnya. Baik musik, puisi, Monolog, StenapComedy dan seni lainnya. Karena, seniman saat ini dianggap sebelah mata oleh masyarakat pada umunya.

“Untuk jam aktivitas Red Karumenga ini setiap hari Senin sampai Sabtu, mulai dibuka pukul 18:00 Wita. Dan akustiknya ada di hari Kamis dan Sabtu. Dan perlu diketahui Cafe Karumenga ini dibangun secara mandiri, dan dibantu oleh beberapa teman dan disupport langsung oleh Christian Yokung,” ucapnya sambil tersenyum.

Ditengah pandemi Covid-19, ada banyak seniman yang terdampak, penghasilan menurun, bahkan pekerjaan pun hilang. Untuk itu, Cafe Red Karumenga dibangun, agar semua seniman bisa menampilkan bakat-bakatnya.

Adapun hal yang menarik pada cafe Red Karumenga, bernuansa alam, dengan mengunakan Bambu dan atap Rumbia. Menurut Fabian, Cafe ini baru dibuka, baru berjalan 2 bulan. ” Dan bentuk pembangunannya, ini sisa bahan bangunan seperti Bambu dan lain-lain,” jelasnya.

“Yang menjalankan aktivitas Cafe Red Karumenga ini, ada 4 orang, dimana saya sendiri sebagai penanggungjawab utama, kemudian ada 3 lagi sahabat saya. Usaha ini, tidak lepas dari bantuan dari bro Christian Yokung, yang menyediakan tempat bagi kami secara gratis, serta membantu tranportasi jika diperlukan. Tapi, sampai saat ini pun bro Christian Yokung tidak pernah meminta ganti rugi kepada kami,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Cristian Yokung saat diwawancarai mengatakan. “Mereka yang menjalankan usaha pada Cafe Red Karumenga ini adalah para seniman yang terdampak pada saat pandemi, jika kemarin mereka harus manggung di Cafe orang. Kali ini, saya sediakan tempat agar mereka menjadi pemilik Cafe sendiri, dan bisa berkreasi.”

“Jika ada kelebihan, seharusnya kita saling membantu. Ada pepatah mengatakan, jika mau membantu orang, jangan kasih ikannya, tetapi kasih pancingannya agar mereka dapat berproses terus-menerus,” Pungkas Yokung.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *