Gandeng AMSI Sulut, Sea Soldier Asah Kemampuan Menulis

  • Whatsapp
Sea Soldier secara harafiah diartikan sebagai tentara laut. Sea Soldier adalah sebuah organisasi peduli lingkungan di Indonesia yang diprakarsai oleh Nadine Chandrawinata dan Dinni Septianingrum pada 28 Maret 2015.

MANADO – Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sulawesi Utara (Sulut) memberikan pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar kepada Sea Soldier Sulut di Sekretariat AMSI Sulut, Jl. Elang Raya, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Kamis siang (21/10).

Delapan perwakilan Organisasi besutan Nadine Candrawinata ini begitu antusias mengikuti materi yang dibawakan empat Narasumber dan dipandu oleh Noufryadi Sururama, Jurnalis Sulawesion.com sebagai moderator.

Agustinus Hari (CEO Barta1.com) membuka kegiatan dengan materi ‘pengenalan pers dan jurnalistik’. “Ini merupakan pemahaman awal, dimana kita harus mengetahui apa itu Pers dan Jurnalistik, lalu bagaimana sejarahnya,” tutur Ketua AMSI Sulut  sembari memperagakan.

Pada materi kedua, Joseph Ikanubun (Jurnalis Liputan6.com) pun mencoba mencairkan suasana dengan materi ‘kode etik jurnalistik’ dengan menampilkan berbagai macam contoh. “Wartawan kebanyakan berasal dari berbagai displin ilmu. Meski demikian, pengetahuan mengenai profesi kewartawanan harus maksimal, guna mendukung pekerjaan di lapangan,” ujar Ahli Pers dari Dewan Pers tersebut.

Adapun pertanyaan dari salah satu peserta, Jesica Tumuahi menanyakan mengenai wartawan yang tidak diundang pada suatu kegiatan untuk meliput. “Bagaimana kita memberikan informasi kepada wartawan yang kita sendiri tidak mengetahuinya?,” tanya Tumuahi.

Eksekusi dari Joseph Ikanubun terkait pertanyaan yang dilayangkan, cukup memberikan rasa puas serta memberikan informasi konkrit. “Terlebih dahulu kita menanyakan identitas dari wartawan tersebut, setelah cukup meyakinkan barulah kita memberikan informasi sesuai fakta pada kegiatan itu nantinya,” jawab Ikanubun lugas.

Sementara itu Pemred Beritakawanua.com, Asrar Yusuf mengangkat materi mengenai ‘wawancara dan reportase’. Beliau mengatakan jikalau wawancara dan reportase adalah hal yang berbeda, meski wawancara merupakan bagian dari reportase.

“Dalam melakukan reportase, reporter harus pintar memilah-milah narasumber yang nantinya akan melengkapi bahan penulisan berita. Sedangkan wawancara merupakan cara mengumpulkan data berupa pendapat, pandangan, dan pengamatan seseorang tentang suatu peristiwa,” katanya.

Pada sesi terakhir Redpel Barta1.com, Ady Putong mencoba membangkitkan kembali gairah para peserta dengan materinya ‘menulis berita’ yang secara langsung dihiasi praktik menulis berita.

“Beberapa hal harus kita perhatikan pada materi ini, jika teman-teman nantinya mengirim rilis kegiatan, bisa memperhatikan teknik penulisan berita yang sudah dicontohkan tadi,” terang Putong menyarankan.

Kegiatan ini ditutup oleh Sekretaris AMSI Sulut, Supardi Bado dengan mengucapkan terima kasih kepada para peserta. “Jangan segan-segan untuk berkolaborasi pada kegiatan yang bermanfaat selanjutnya,” tutup Pemred Sulawesion.com mengingatkan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *