Program Vaksinasi Hebat AA-RS Sukses Digelar di Tiga Lokasi di Malalayang Satu Timur

  • Whatsapp

MANADO, SULUT – Pemerintah Kota Manado dibawah pimpinan Andrei Angouw dan Richard Sualang meluncurkan program Vaksinasi Hebat, program ini bertujuan untuk meningkatkan angka warga yang bisa mendapatkan vaksin Corona, sehingga target capaian bisa terpenuhi.

Hari Rabu (16/06), bertempat di Gedung Gereja Oikoumene Indonesia Puri Indah Permai II, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Puskesmas Minanga beserta jajaran Pemerintahan menggelar Vaksinasi bagi masyarakat setempat. Kepala Kelurahan Malalayang Satu Timur Alfiane J. Oroh mengatakan, agar masyarakat jangan takut untuk divaksin.

“Ini hari sudah di 3 tempat dilaksanakan vaksinasi di kelurahan Malalayang Satu Timur. Pertama di Gedung Kerapatan Gereja Protestan Minahasa (KGPM) Anugerah Malalayang, kedua di Gedung Gereja Sumber Berkat, dan ketiga di Gedung Gereja Oikoumene Indonesia Puri Indah Permai II. Jangan segan-segan untuk divaksin, karena ini demi kebaikan kita bersama,” tegas Oroh kepada wartawan Sulawesion.com disela-sela kegiatan vaksinasi.

Dalam sambutan, kepala Puskesmas Minanga Kecamatan Malalayang dr. Deysi Sumilat, menerangkan bahwa efek samping yang nantinya dirasakan merupakan gejala ringan dan hal kecil dari efek vaksin.

“Jenis vaksin yang nantinya diberikan yaitu Astra Zeneca. Untuk pemberian vaksin 2 kali, pertama hari ini dan kedua nanti 3 bulan berikutnya. 5-6 jam setelah divaksin biasanya akan ada efek samping seperti demam, nyeri badan, mual atau muntah. Kalau demam minum saja obat Paracetamol, nyeri pada bekas suntikan nanti dikompres dengan air dingin,” terang Sumilat kepada warga.

Lebih lanjut, adapun aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah kota Manado yang diberlakukan mulai tanggal 8 Juni 2021 yakni, bagi masyarakat (usia 18 tahun ke atas) yang ingin mengurus Surat Keterangan Berbadan Sehat (SKBS) di Puskesmas wajib menunjukkan kartu vaksinasi atau bukti sejenisnya minimal satu kali dosis suntikan.

“Jangan pandang enteng setelah divaksin, tetap hidup sehat, dan patuhi aturan pemerintah,” datar Kepala Lingkungan VI Malalayang Satu Timur Chrestyan Malalalantang yang biasa disapa Pala Soni.

Perlu diketahui, dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2021, tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Aturan mengenai sanksi tertuang di dalam Pasal 13A Ayat 4. Kemudian di dalam Ayat 5 disebutkan pengenaan sanki akan dilakukan oleh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, atau badan sesuai dengan kewenangannya. Sanksi yang bakal diterapkan di antaranya penundaan atau penghentian pemberian jaminan sosial atau bantuan sosial. Lalu penundaan atau penghentian layanan administrasi pemerintahan, dan/atau denda.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *